Fungsi Ecu Pada Sistem Efi Adalah

Ciri Jika Terjadi Kerusakan

Seperti bagian mobil lain, komponen ini juga dapat mengalami kerusakan. Penyebab utamanya adalah penggunaan mobil yang sudah cukup lama. Terlebih jika sering menempuh jarak jauh. Cirinya adalah:

Daihatsu merupakan produk mobil unggulan. Kenyamanan dan kecanggihan setiap item tidak diragukan lagi. Memutuskan untuk menggunakan salah satu unit sebagai kendaraan pribadi adalah pilihan tepat.

Baca Juga: Cara Memperbaiki Electric Power Steering

Electronic control unit (ECU), fungsi, jenis, dan ciri rusak menjadi bagian yang sangat diperhatikan oleh Daihatsu. Produknya selalu unggul dalam hal teknologi dan kualitas. Jangan tunda untuk segera memiliki mobil idaman dari Daihatsu.

IDN Times, Jakarta - ECU atau engine control unit adalah seperangkat komponen yang berperan sebagai sistem pengatur sekaligus pengontrol pada mesin kendaraan. Bagian ini terdapat pada motor ataupun mobil.

Komponen ini dinilai cukup krusial fungsinya pada mesin kendaraan. Khususnya pada kendaraan injeksi. Lantas, seberapa penting kontribusi ECU pada kendaraan? Simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini.

Electronic Control Unit (ECU), Fungsi, Jenis, dan Ciri Rusak

ECU merupakan sistem komputerisasi yang ditanamkan pada sebuah mobil.  Dengan sistem ini pada mesin injeksi pencampuran bahan bakar, mengukur waktu pengapian dan kecepatan mesin tidak lagi diukur secara mekanik.

Komponen inti pada sistem injeksi saat ini dikendalikan oleh ECU. Pengaturan supply bahan bakar ke mesin ditentukan oleh data yang terkirim pada program komputerisasi tersebut.

Sesuai namanya, ECU mengendalikan sirkuit utama pada mobil dan berperan dalam central controller. Jika diibaratkan PC, maka bagian ini merupakan CPU. Mekanisme kerjanya dengan mengendalikan hardware pada kendaraan.

Begitu pentingnya ECU pada sistem mobil modern sehingga semua komponen dapat bekerja secara optimal. Sebagai sentra instruksi mekanisme sistem pada mobil dapat dikendalikan. Fungsinya adalah:

Selain fungsi tersebut, peran ECU dalam sebuah mobil sangat penting. Hampir semua kegiatan yang sebelumnya dijalankan secara mekanik sekarang terkonsentrasi pada ECU.

Jenis atau menu pada ECU sangat beragam. Perannya dalam komputerisasi sebuah kendaraan menjadikannya sangat penting. Apabila terjadi kerusakan pada bagian ini maka kinerja dan performa mobil dapat turun. Berikut jenis-jenis ECU:

Jenis ECU pada motor dan mobil

ECU terdiri atas beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan kendaraan, baik pada motor atau mobil. Berikut ini jenis ECU pada mobil dan motor yang harus kamu tahu.

ECU jenis stand alone merupakan komponen paket lengkap. Komponen ini bertugas mengatur limiter putaran mesin serta suplai bahan bakar dan udara.

Piggy back berguna memanipulasi sensor sebelum dialirkan pada ECU standar. Proses ini dilakukan dengan bertujuan memaksimalkan suplai bahan bakar dan udara saat pembakaran, agar performa motor jadi lebih optimal dan gak boros.

ECU motor jenis memiliki cara kerja yang cukup simpel, yakni mengatur debit bahan bakar pada ruang bakar. Umumnya, semakin boros, maka bagian ini akan makin kencang.

ECM atau engine control module adalah komponen mobil yang khusus digunakan untuk mengontrol kinerja mesin supaya lebih optimal. Sistem kerja ECM dimulai dari starting busi hingga proses pendinginan.

Transmission control module atau TCM merupakan komponen mobil pada transmisi otomatis. Ini berperan dalam mengatur perpindahan atau momen transmisi sesusai RPM mesin saat berkendara.

Modul yang khusus digunakan mengontrol kinerja powertrain adalah Powertrain Control Module atau PCM. Komponen ini akan memudahkanmu memastikan aliran tenaga dari mesin hingga putaran roda, supaya lebih efisien.

BCM atau body control module merupakan jenis ECU yang berfungsi dalam mengatur kinerja kelistikan pada mobil. Komponen ini terdiri atas lampu, klakson, wiper, dan sistem hiburan dalam kabin mobil.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Berikutnya, ada airbag control module atau ACM. Ini merupakan komponen keselamatan yang berfungsi mengembangkan kantung udara saat terjadi benturan pada mobil. Komponen ini pasti gak asing, kan?

ECU mobil jenis HVAC ini mampu memberikan pengendalian terbaik pada sirkulasi kabin secara otomatis. Ini tentu disesuaikan dengan kondisi cuaca di luar atau kabin bersangkutan.

7. ABSABS control module merupakan modul yang dipakai untuk mobil sesuai dengan sistem rem berteknologi ABS. Kegunaannya adalah untuk melakukan pengaturan rem sehingga tidak akan mengunci ban maupun slip saat berada di jalanan yang licin.

Sementara, komponen ABS dapat digunakan pada mobil yang dilengkapi sistem rem ABS. Fungsinya, mengatur rem agar dapat mengunci ban atau saat terjadi selip pada jalanan licin.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Motor untuk Perempuan, Ringan dan Nyaman!

Feb Pahami Fungsi ECU Pada Mesin Injeksi

Fungsi ECU Pada Mesin Injeksi

Dulu, mobil hanya memiliki sistem kerja mekanis. Tapi kini, mobil modern semakin banyak menggunakan bantuan komputer untuk melakukan berbagai fungsi di mobil. Malah saat ini, setiap fungsi di mobil sudah diatur oleh electronic control unit (ECU) masing-masing.

Ada banyak hal yang terjadi di mesin dan komponen mobil lainnya saat Anda berkendara. ECU didesain untuk menerima beragam informasi itu yang disuplai oleh sensor, lalu memprosesnya dan menerapkan fungsi elektronik. Jadi, ECU adalah otak yang mengatur berbagai sistem di mobil. Baik sistem yang bekerja secara terintegrasi dengan sistem lain atau bekerja secara individu.

Saat ini, desain mobil modern makin rumit dan banyak sistem yang diaplikasi. Artinya semakin banyak menggunakan pula ECU dan sensor yang digunakan. Beberapa buah ECU di satu mobil pun digunakan untuk mengatasi sistem yang makin rumit.

Beberapa ECU yang lazim digunakan seperti Engine Control Module (ECM), Powertrain Control Module (PCM), Brake Control Module (BCM), dan General Electric Module (GEM). Masing-masing ECU itu mengatur kinerja dan fungsi komponen mobil yang berhubungan dengannya atau sesuai namanya. Cara kerja ECU ini mirip seperti prosesor yang ada di personal computer (PC). Jadi ECU dilengkapi microprocessor 8 sampai 32 bit 40 Mhz, random access memory (RAM), read only memory (ROM) dan input/output interface.

ECU bisa saja diupgrade oleh pabrikan mobil atau perusahan pihak ketiga. Tapi biasanya ECU diberi pelindung dari modifikasi, bisa berupa kode atau kata sandi. Jadi sangat sulit jika ingin melakukan sendiri modifikasi pengaturan sistem yang ada di mobil.

Baca juga : Serba Serbi Injektor

Dilihat dari fungsinya, utamanya Engine Control Module (ECM) mengatur managemen bahan bakar yang dilakukan sistem injeksi, waktu pengamian, dan putaran idle. ECM juga mengatur sistem AC dan gas buang atau exhaust gas recirculation (EGR). Serta mengatur suplai listrik ke pompa bahan bakar.

Pada kondisi mesin bekerja normal, menggunakan informasi yang diterima dari sensor seperti temperatur cairan coolant, tekanan barometric, aliran udara, dan suhu luar, ECU akan menentukan jumlah campuran bahan bakar dan udara, waktu semprot injektor, waktu pengapian yang paling optimal.

ECU menentukan jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar dengan cara membuka injector sekitar 4 sampai 9 milidetik. ECU juga mengatur tegangan listrik yang disuplai ke pompa bahan bakar, serta menurunkan atau menaikkan tekanan bahan bakar. Terakhir, ECU menentukaan menentukan waktu pengapian yakni membuat busi memercik.

Contoh lain yang bisa dilakukan ECU adalah mengatur sistem airbag. Sebagai salah satu sistem safety di mobil, ketika ECU menerima sinyal dari sensor, data itu akan diproses untuk menentukan airbag mana yang diaktifkan. Pada sistem airbag yang lebih canggih, ada pula sensor yang digunakan untuk mengukur data berat badan penumpang sesuai bangku yang diduduki serta penggunaan sabuk pengaman.

Beberapa faktor tadi, membantu ECU untuk mengaktifkan airbag. ECU juga melakukan diagnosis secara berkala dan mengaktifkan lampu indikator atau peringatan di panel instrument jika ada yang mengalami masalah. Biasanya, ECU diletakkan di bawah bangku penumpang depan. Tak lain karena posisi ini dapat melindungi ECU terutama ketika terjadi tabrakan.

Apa Fungsi Ecu Pada Sepeda Motor

Setelah mengetahui fungsi dari ECU ini sendiri, Otolovers akan disuguhkan dengan bagaimana komponen yang satu ini dapat bekerja. ECU sendiri bekerja sebagai salah satu bagian vital, yaitu otak dari motor.

Semua komponen yang bekerja di dalam motor mengikuti perintah dari ECU untuk keberlangsungan kinerjanya. Hal ini berarti semua part bekerja sesuai dengan takaran dan porsi yang dibuat oleh ECU.

Untuk melakukan kerjanya, ECU dapat memberikan perintah pada semua rangkaian sistem yang terdapat di kendaraan. Kinerjanya pun dengan mengolah data dan informasi yang diterima oleh setiap komponen untuk dijadikan sebuah perintah bagi setiap part.

Kondisi ini dapat dilihat dari sistem buka tutup katup pada motor yang menggunakan sistem variable valve timing, ECU berperan untuk mengetahui seberapa besar momentum yang dihasilkan oleh komponen tersebut sehingga dapat menghasilkan sistem buka tutup yang sesuai dengan takaran.

Hal seperti di atas juga dapat ditemukan pada motor sistem injeksi. Pada motor injeksi memiliki sensor WTS (water temperature sensor) yang dapat bekerja mengatur suhu atau temperatur air pendingin. Sensor ini juga terhubung pada ECU yang akan memberikan tegangan berupa sinyal ke WTS.

Tegangannya mencapai 5 volt yang nantinya akan akan diproses oleh sensor WTS berdasarkan suhu yang sesuai dengan temperatur air pendingin. Lalu tegangan yang telah diterima akan dikembalikan dalam bentuk data inputan ECU tentang suhu atau temperatur air pendingin.

Ketika suhu air pendingin telah mencapai 80 ° celcius, maka ECU akan mengeluarkan sinyal berupa tegangan yang nantinya diterima oleh motor kipas. Dengan begitu motor kipas akan mulai bekerja untuk agar suhu air pendingin turun.

Demikian, fungsi ECU motor yang dapat kalian ketahui, semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dan bermanfaat bagi otolovers semuanya.

Penulis: Dien Muhammad Abizard

ECU motor atau engine control unit pada motor adalah seperangkat alat yang bekerja sebagai sebuah sistem pengatur dan pengontrol pada mesin kendaraan.

Pada kendaraan bermotor dengan sistem injeksi, terdapat sebuah perangkat yang sering disebut-sebut banyak orang, tetapi masih sangat sedikit yang mengetahuinya. Perangkat tersebut adalah engine control unit, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ECU motor.

Lalu apa yang sebenarnya dimaksud dengan Ecu dan seberapa penting peran perangkat ini bagi kendaraan bermotor, khususnya kendaraan bermotor dengan sistem injeksi? Berikut ulasan terkaitnya sekaligus uraian tentang apa yang akan terjadi  bila sistem ini tidak berfungsi dengan sempurna,

Sebelum membahas mengenai fungsi ecu pada kendaraan bermotor dengan sistem injeksi, terlebih dahulu perlu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan engine control unit tersebut. Dengan demikian, akan lebih mudah dan spesifik dalam membahasnya.

Pada intinya, ECU atau engine control unit adalah seperangkat alat yang bekerja sebagai sebuah sistem pengatur dan pengontrol pada kendaraan bermesin. Perangkat ini bisa dikatakan sebagai pusat dari segala kegiatan yang terjadi pada sebuah kendaraan bermotor.

Berkaitan dengan itu, dalam perangkat komputer dikenal dengan istilah CPU yang merupakan pusat pengatur seluruh seluruh kerja komputer.  CPU ini akan menerima dan mengolah data-data yang diterima dan kemudian melanjutkan untuk memprosesnya sehingga komputer bisa bekerja.

Baca Juga : Engine Mounting: Fungsi, Jenis, dan Tanda Kerusakannya

Dalam hal ini, ECU memiliki fungsi dan sistem kerja yang hampir sama dengan CPU pada komputer. ECU ini akan menerima semua data dan informasi dari semua sistem pada kendaraan bermotor dan kemudian mengolah semua data dan informasi tersebut.

Selanjutnya, semua data dan informasi yang sudah diterima akan diolah dan diteruskan pada seluruh aktuator yang ada pada kendaraan bermotor. Setelahnya, semua aktuator yang ada akan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dengan kata lain, di sini ECU adalah otak dari sebuah kendaraan bermotor.

Karena ECU merupakan otak dari sebuah kendaraan bermotor, maka semua sistem dan perangkat yang ada pada sebuah kendaraan bermotor bekerja sesuai dengan perintah darinya. Semua sistem akan berjalan sesuai dengan perintah berupa sinyal yang diberikan oleh ECU.

Pada kendaraan bermotor, terdapat banyak sekali perangkat yang terhubung dengan ECU. Dengan kata lain, ECU pada kendaraan bermotor bukan hanya terdapat pada satu bagian saja, misalnya pada mesin. Lebih dari itu, komponen ini juga terdapat pada bagian lain dari kendaraan bermotor.

Perangkat ECU ini memiliki banyak sekali kabel yang menghubungkan dengan berbagai komponen yang ada pada kendaraan.  Di sini, ECU akan mengatur setiap bagian atau komponen dari kendaraan bermotor tersebut sesuai dengan fungsi dari masing-masing perangkat yang ada.

Misalnya pada bagian kontrol traksi atau mode berkendara, disini fungsi ecu motor adalah untuk membaca perintah yang diberikan sesuai dengan karakter dari kendaraan tersebut. Kemudian, ECU akan mengukur besaran takaran bahan bakar yang akan dialirkan ke silinder.

Dengan cara kerja ini, maka tenaga yang dihasilkan akan sesuai dengan karakter dari kendaraan bermotor tersebut. Jadi, sebesar apapun tarikan gas yang diberikan, tidak akan terjadi spinning atau tenaga berlebihan, karena semua sudah diatur ECU sesuai dengan takaran dan karakter kendaraan.

Bagaimana sebenarnya ecu motor ini bekerja? Hal ini tentu banyak menjadi pertanyaan. Termasuk terkait bagaimana alat ini bisa mengatur setiap komponen atau perangkat yang ada dalam kendaraan bermotor dan bagian kendaraan mana saja yang terhubung dengan sistem ini.

ECU adalah otak dari kendaraan bermotor. Semua sistem yang bekerja pada kendaraan bermotor ini berfungsi sesuai dengan perintah dari ECU. Artinya, semua sistem dan perangkat yang ada pada kendaraan bermotor bekerja sesuai dengan takaran dan porsi yang dibuat oleh ECU.

ECU sendiri bisa memberikan perintah kepada seluruh sistem yang ada pada kendaraan berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari setiap komponen yang ada. Data dan informasi yang diterima tersebut kemudian diolah oleh ECU dan dijadikan perintah untuk komponen lain.

Sebagai contoh, pada sistem buka tutup katup pada kendaraan dengan sistem variable valve timing, berapa besar momentum yang dihasilkan oleh komponen tersebut sehingga bisa menghasilkan sistem buka tutup yang pas dan sesuai dengan takaran yang ditentukan, akan ditentukan oleh ECU.

Demikian juga pada kendaraan bermotor dengan sistem injeksi. Pada kendaraan ini terdapat sensor WTS (water temperature sensor) yang mengatur suhu atau temperatur air pendingin. Alat ini juga terhubung dengan ECU yang akan memberikan tegangan berupa sinyal ke WTS.

Tegangan sekitar 5 volt ini nantinya akan diubah oleh sensor WTS berdasarkan suhu yang sesuai dengan temperatur air pendingin. Kemudian, tegangan yang diterima tersebut akan dikembalikan berupa data inputan ECU tentang suhu atau temperatur air pendingin.

Apabila suhu air pendingin sudah terasa panas dan melebihi 80 ° celcius, maka ECU akan memberikan sinyal berupa tegangan yang akan diterima oleh motor kipas. Di sini, motor kipas akan bereaksi dan mulai bekerja untuk menurunkan suhu air pendingin.

Penyebab kerusakan ECU motor dan mobil

Kerusakan ECU kendaraan disebabkan oleh sejumlah hal, baik pada motor maupun mobil. Untuk itu, kamu perlu memperhatikan sejumlah penyebab kerusakan ECU kendaraan berikut ini.

Penyebab kerusakan ECU motor

Penyebab kerusakan ECU mobil

Demikianlah ulasan seputar ECU kendaraan, baik pada motor dan mobil. Faktanya, bagian ini sangat berpengaruh pada kinerja kendaraan, sehingga harus dijaga kualitasnya. Selain penjelasakan di atas, cari tahu info otomotif lainnya di IDN Times, ya.

Baca Juga: Camshaft Mobil: Fungsi, Cara Kerja, dan Komponennya

Fungsi ECU pada motor dan mobil

Bisa dibilang komponen ECU merupakan otak kendaraan. Sebab, kinerja sistem dan perangkatnya disesuaikan sinyal instruksi dari ECU. Lebih jauh, ECU berfungsi mengatur setiap bagian kendaraan sesuai fungsinya masing-masing.

Sementara itu, ECU mobil juga memiliki sejumlah fungsi. Antara lain adalah sebagai berikut:

Akibat Bila Ecu Motor Bermasalah

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada intinya kerja dari ecu adalah sebagai pusat pengendali dari semua sistem yang ada pada kendaraan bermotor. Sehingga, semua perangkat yang ada pada kendaraan bermotor ini dibawah kendali dari ECU.

Baca Juga : Fungsi dan Mekanisme “Shift Lock” di Mobil Matik

Perangkat ini bukan hanya mengatur satu dari sistem yang ada pada kendaraan bermotor saja, akan tetapi lebih dari satu sistem. Semua sistem yang ada memberikan sinyal pada ECU yang nantinya diolah oleh perangkat ini dan dikirimkan kembali sebagai perintah ke semua perangkat untuk bekerja.

Dengan demikian, maka sistem ini memegang peran penting bagi berjalannya fungsi dari kendaraan bermotor. Apabila alat ini mengalami gangguan atau bermasalah, maka secara otomatis akan mempengaruhi kerja dari semua sistem yang ada pada kendaraan.

Apabila hal ini terjadi, maka ECU tidak bisa menerima data dan informasi dengan sempurna. Dengan demikian, maka perintah yang akan diberikan juga tidak bisa terlaksana dengan sempurna. Akibatnya, semua aktuator dalam kendaraan juga tidak bisa bekerja maksimal sesuai dengan fungsinya.

Misalnya ketika ECU yang terhubung ke WTS mengalami masalah, maka alat ini tidak akan bisa memberikan sinyal ketika suhu air pendingin sudah mengalami peningkatan. Akibatnya, motor kipas tidak akan menerima perintah untuk bekerja menurunkan suhu atau temperatur dari air pendingin.

Fungsi dari perangkat ini memang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Baik bagi kendaraan dengan sistem karburator maupun kendaraan dengan sistem injeksi. Agar semua sistem dalam kendaraan bermotor bisa bekerja dengan maksimal, maka kondisi dari alat ini harus sangat diperhatikan.

Memeriksa kondisi dari ecu motor ini secara berkala perlu untuk dilakukan. Dengan demikian, apabila terjadi kerusakan pada sistem ini, bisa segera diketahui dan tidak terlambat untuk memperbaikinya di bengkel resmi Suzuki terdekat. Jika terlambat, nantinya bisa berdampak pada timbulnya kerusakan pada bagian lain dari kendaraan Anda.

Electronic Control Unit (ECU) adalah teknologi mutakhir yang ditanamkan pada mobil. Perannya dalam kendaraan sangat penting. Berikut ini info terkait Electronic control unit (ECU), fungsi, jenis, dan ciri rusaknya.

ECU berperan sebagai sirkuit elektronik utama. Tugasnya menjadi aktuator untuk mengganti sistem yang sebelumnya digunakan pada injektor, elektrik fan, VVT dan komponen lainnya.